Monday, May 30, 2016

DISKUSI UKT

Diskusi:Kenaikan UKT di FISIP Unud
Kamis, 12 Mei 2016


          Universitas  Udayana sebagai Badan Layanan Umum secara otomatis menerapkan Uang Kuliah Tunggal. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebagai fakultas termuda kedua belas pun turut menerapkan Uang  Kuliah  Tunggal sejak tahun 2012. Dengan rincian biaya; Sosiologi Rp. 2.250.000; Hubungan Internasional Rp. 3.000.000; Administrasi Negara Rp. 2.500.000; Ilmu PolitikRp. 2.500.000; Ilmu KomunikasiRp. 2.500.000. Kemudian di tahun-tahun selanjutnya, system Uang Kuliah Tunggal ini mulai menggunakan penggolongan yang disesuaikan dengan keadaan finansial mahasiswa. Dikutip dari Surat Keputusan Rektor Universitas Udayana mengenai Uang Kuliah Tunggal (2014), dalam sistem Uang Kuliah Tunggal di FISIP ini terdapat 5 golongan yaitu golongan I (Rp. 500.000), golongan II (Rp. 1.000.000), golongan III (Rp. 2.500.000), golongan IV (Rp. 3.000.000), dan golongan V (Rp. 4.000.000).

       Tapi pada tahun 2016, terdapat perbedaan UKT (Uang Kuliah Tunggal) golongan III bagi program studi Ilmu Komunikasi dan Hubungan InternasionalFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kenaikan UKT ini didasarkan pada evaluasi masing-masing program studi di setiap fakultas Universitas Udayana. Wacana mengenai perbaikan fasilitas dianggap sebagai faktor utama penyebab kenaikan, terlebih program studi Ilmu Komunikasi akan segera mengefektifkan fasilitas studio untuk menunjang kegiatan broadcasting. Di lain pihak, program studi Hubungan Internasional akan mengubah metode pembelajarannya menjadi lebih fokus pada kebudayaan. Faktor lain yang mempengaruhi kenaikan UKT yaitu jumlah dosen pengajar di lingkungan Fisip juga masih tergolong minimsehingga membutuhkan sumber daya untuk meningkatkannya. Oleh karena itu, seluruh organisasi mahasiswa Fisip duduk bersama melakukan diskusi untuk membahasnya.

          Menilik tahun 2012 yang merupakan tonggak awal penggunaan UKT, dan setiap tahun jumlahnya semakin berbeda karena melihat perkembangan setiap prodi. Salah satu hal yang membedakannya adalah BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Berdasarkan Permenristekdikti nomor 6 tahun 2016 Menyatakan bahwa BOPTN merupakan bantuan biaya dari Pemerintah yang diberikan pada perguruan tinggi negeri untuk membiayai kekurangan biaya operasional sebagai akibat adanya kenaikan sumbangan pendidikan (SPP) di perguruan tinggi negeri. Dasar alokasi yang digunakan untuk mengalokasikan Bantuan Operasional PTN pada perguruan tinggi, mempertimbangkan kriteria berdasarkan PNBP per mahasiswa (S1 dan Diploma); Proporsi Bidik Misi terhadap jumlah mahasiswa; Proporsi PNBP non tuition; Indeks terhadap jenis/karakteristik Prodi; sertakreditasi Program Studi (BEM FE UNJ, 2016). Penuturan yang didapatkan dari Kasubag Keuangan Universitas Udayana, program pengabdian masyarakat sangat mempengaruhi BOPTN setiapprodi. Konsekuensinya kemudian,semakin banyak prodi melakukan penelitian yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat, maka kemungkinan jumlah BOPTN yang diterima akan semakin tinggi.

       Jelas kemudian, setiap program studi berusaha menumbuhkan ciri khas, kualitas, serta meningkatkan angka kelulusan untuk mempertinggi potensi kenaikan BOPTN bagi prodinya. Logikanya, bila jumlah mahasiswa semakin banyak, maka Jumlah BOPTN juga akan semakin tinggi. Dapat dikatakan bahwa Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional merupakan dua program studi yang memiliki jumlah peminat dan mahasiswa aktif yang cukup tinggi, sehingga kenaikan UKT ini menjadi dipertanyakan. Fakultas memiliki wewenang untuk membagi 75% (yang kadang tidak murni sebanyak itu, FISIP hanya 65%) uang UKT dari Rektorat untuk masing-masing prodi. Karena aliran uang itu merupakan informasi publik, diperlukan adanya transparasi, sesuai dengan UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Undang-Undang ini memiliki tujuan untuk menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik. Melihat seluruh proses penganggaran merupakan hak birokrasi untuk mengatur demi kepentingan universitas, mahasiswa menginginkan dan berhak memperoleh transparasi proses penggolongan UKT serta aluraliran dananya, karena sering terdapat kasus mahasiswa mendapatkan UKT yang tidak sesuai dengan keadaan perekonomian (baca: kategori) serta perkembangan internal fakultas yang meliputi fasilitas penunjang, jumlah  dan kualitas dosen, dan sebagainya. Dapat kita pahami, bahwa implementasi penentuan UKT dan bidik misipun kurang efektif dan perlu ditinjau ulang. Selain itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tidak hanya memiliki program studi setara S1, tetap ijuga program D3 Perpustakaan. Apakah dasar yang digunakan sehingga biaya mereka disamaratakan dengan S1?

      Agar permasalahan ini tidak hanya berhenti di forum diskusi, organisasi mahasiswa Fisip Universitas Udayana mengusulkan diadakan sebuah surveuntuk memperoleh pendapat mahasiswa FISIP mengenai permasalahan yang dikaji untuk diajukan dalam audiensi bersama dekanat. Oleh karena, penting kiranya kerjasama setiap stake holder dalam menyebarluaskan permasalahan ini. Dengan harapan mahasiswa Fisip tidak tumbuh menjadi orang-orang yang apatis akan isu di sekitarnya, namun perlu menjadi mahasiswa yang mampu peka dan menemukan problem solving akan isu-isu strategis. Dalam peran kolektif, diharapkan pada saat audiensi seluruh ormawa berperan, agar aspirasi yang diwacanakan semakin diperhitungkan. Penting kemudian, dalam persiapan dilakukan nya audensi, perlu diadakan konsolidasi kembali untuk menyatukan pemikiran, menyiapkan masa, membuat wacana ini menjadi viral, sekaligus menyiapkan rencana yang efektif kedepannya. Harus kita sadari, bahwa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bukan hanya diwakili dua fakultas yang menjadi wacana dalam kajian ini. Fasilitas dan semua kemajuan fakultas pun harus mampu mewakili enam fakultas di dalamnya.

Referensi:
BEM FE UNJ. (2016). Kajian BOPTN bersama SOSPOL BEM FE UNJ. Diaksestanggal 16 Mei 2016 darihttp://bemfeunj.org/2016/04/24/kajian-boptn-bersama-sospol-bem-fe-unj/
SuratKeputusanRektorUniversitasUdayana No: 59/UN14/KU.00.02/2014 TentangUangKuliah Tunggal (2014)

UU No. 14 TentangKeterbukaanInformasiPublik. Diaksestanggal 16 Mei 2016 dari http://www.icnl.org/research/library/files/Indonesia/UU14th2008.pdf

Wednesday, May 25, 2016

Saturday, May 14, 2016

Ulasan Kegiatan Hardiknas FISIP Unud 2016

Menyambut Hari Pendidikan Nasional, Panitia dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana merencanakan sebuah kegiatan positif. Tepatnya pada 7 dan 8 Mei 2016, diadakan lomba HARDIKNAS 2016 yang diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK se-Bali.  Lomba yang diadakan ada 3, yaitu debat, esai, dan karikatur yang bertempat di Gedung Agrokomplek, Kampus Sudirman, Denpasar. Persiapan HARDIKNAS 2016, dimulai dari pembentukan panitia lewat open recruitment pada tanggal 14-17 Maret 2016. Panitia berjumlah 50 orang.   


Pendaftaran peserta dibuka dari tanggal 1-30 April 2016. Jumlah peserta yang mendaftar esai sejumlah 55 peserta, karikatur 17 peserta, dan debat 20 tim.  Rangkaian lomba dimulai dari tanggal 7 Mei yang mana para peserta berkumpul pada pukul 08.00 wita. Kegiatan diawali dengan acara pembukaan kemudian dilanjutkan lomba karikatur dan debat sesi penyisihan. Tanggal 8 Mei dilanjutkan dengan babak semifinal, final, dan grandfinal debat. Setelah lomba debat selesai, dlianjutkan dengan pengumuman masing-masing lomba pada sore hari. Untuk kategori lomba Esai,  Juara 1 Esai diraih oleh Wiwik Purnamiasi (SMAN 1 Gianyar), juara 2 diraih oleh Sri Indrani Remitha (SMAN 2 Amlapura) dan juara 3 diraih oleh Jeany Jayantari (SMAN Bali Mandara). Untuk kategori karikatur, Juara 1 karikatur diraih oleh Adhitya Gunawan (SMAN Bali Mandara), juara 2 diraih oleh Bayu Bhargawa(SMK TI Global), dan juara 3 diraih oleh Ridho Firdaus (SMAN 3 Denpasar) yang sekaligus menjadi karikatur favorit. Untuk kategori lomba Debat, Juara 1 Debat diraih oleh SMAN 1 Denpasar team A, juara 2 diraih oleh SMAN 4 Denpasar team A, dan juara 3 diraih oleh SMAK Harapan. Best speaker dalam pertandingan debat kali ini disabet oleh Ni Luh Dila Diah Paramita (SMAN 4 Denpasar).




Kegiatan lain yang dilanjutkan para panitia ialah kunjungan yang diadakan di Kabupaten Karangasem. Sasarannya adalah anak SD Negeri 7 Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada tanggal 14 mei 2016 mulai pukul 09.00 WITA. Disana terdapat lebih dari 50 siswa SD, yang terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan ini bekerjasama dengan komunitas Anak Alam yang diketuai oleh Bli Pande. Ditemani dengan panitia, setiap kelas diberikan waktu satu jam untuk melakukan games dan berbagi hadiah dengan para siswa. Hadiah yang diberikan berupa buku tulis, pulpen dan alat tulis lainnya. Acara kunjungan ini selesai pukul 12.00 siang dan para siswa dipersilahkan meninggalkan sekolah. Berakhirnya kunjungan ke SD 7 Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, juga mengakhiri rangkaian kegiatan lomba HARDIKNAS 2016.

Sunday, May 8, 2016

HASIL HARDIKNAS FISIP 2016


SCORE LOMBA ESAI HARDIKNAS 2016

JUARA I          : Ni Made Wiwik Purnamiasih (SMAN 1 Gianyar)
JUARA II        : Ni Putu Sri Indrani Remitha (SMAN 2 Amlapura)
JUARA III       : Ni Luh Jeany Jayantari (SMAN Bali Mandara)
10 besar esai :
Ni Made Wiwik Purnamiasih (SMAN 1 Gianyar)
Ni Putu Sri Indrani Remitha (SMAN 2 Amlapura)
Ni Luh Jeany Jayantari (SMAN Bali Mandara)
Ni Made Ayu Sintya Dewi (SMAN 1 Gianyar)
Ni Kadek Putri Wahyuni (SMAN 1 Gianyar)
Indira Lutfiah Khoirunnisa (SMAN 1 Kuta Selatan)
Ni Putu Febriana Dewi (SMAN 1 Gianyar)
Putu Putri Natih Devayanti (SMAN 4 Denpasar)
Ni Putu Trisnayanti (SMAN 1 Tabanan)
Cok Istri Putri Krisna Widnyani (SMAN 3 Denpasar)

No. Urut
Nama
Asal Sekolah
Judul Esai
Rata-Rata
Rank
1
I Gd Edy Sulasta Dwi Nusa Putra
SMAN 1 Kuta Selatan
"Jubali", Srana Pembentuk Pendidikan Karakter Berbasis Budaya di SMA 1 Kuta Selatan
43,5
18
2
Ni Luh Nanda Krisnagiri
SMAN 1 Marga
Membangun Karakter Generasi Muda Dengan Transcendental Meditation Untuk Menciptakan Bangsa yang Berdaya Saing
40,5
23
3
Ni Made Ari Purwaningrum
SMAN 1 Tabanan
Menelisik Revolusi Pendidikan Menuju Generasi Emas Indonesia "Gejolak Penerapan UN"
39,5
28
4
I Dewa Bagus Ryan Damanik A. D.
SMAN 1 Tabanan
PIN / Lencana Sebagai Motivasi Belajar Siswa
38,5
40
5
I Made Mhyasa Darmika
SMAN 1 Tabanan
Kemajuan Indonesia Di Tangan Kita dan Pendidikan Indonesia
39
34
6
Ni Made Dian Kemala Ratih Palgunadi
SMAN 1 Tabanan
Menggapai Generasi Gemilang Indonesia Melalui Program Indonesia Mengajar
39
34
7
Yashinta Nur Kumala
SMKN 5 Denpasar
Pemerataan Pendidikan di Indonesia
37
46
8
I Nyoman Ananda Wigneswara
SMAN 4 Denpasar
30 = Singkat, Padat, Jelas
37,5
43
9
Kadek Mita Yuniantari
SMAN 3 Denpasar
Implementasi Model Inservice Training, Lesson Study dan Catur Brata UN Sebagai Upaya Peningkatan Profesionalitas Guru
45
16
10
Indira Lutfiah Khoirunnisa
SMAN 1 Kuta Selatan
Inspirasi Pendidikan R.A. Kartini
59
6
11
Gita Ardynmas Mertawan
SMAN 1 Kuta
Revolusi Mental Sebagai Dasar Pembangun Bangsa
35,5
50
12
Ni Komang Nukarimasih
SMAN 1 Amlapura
Kualitas Pendidikan yang Baik Apakah hanya Didapatkan di kota?
35
51
13
Ni Kadek Wiraningsih
SMAN 1 Amlapura
Pembangun Karakter Melalui Penerapan Konsep Tri Kaya Parisudha untuk Mewujudkan Bangsa yang Berdaya Saing
43
19
14
Ni Nyoman Wahyu Meitriani
SMAN 1 Amlapura
Pengoptimalan Fasilitas dan Kualitas Pendidikan Untuk Meningkatkan Pemerataan Pendidikan di Indonesia
38,5
40
15
Ni Putu Febriana Dewi
SMAN 1 Gianyar
Slukat Learning Center dalam Membentuk Generasi Emas 2016
56,5
7
16
Ni Putu Trisnayanti
SMAN 1 Tabanan
Aplikasi Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran Guna Meningkatkan Kreativitas
51,5
9
17
Cok Istri Putri Krisna Widnyani
SMAN 3 Denpasar
Bangsa Berdaya Saing: Cerdas Otaknya, Cerdas Tabiatnya
51
10
18
I Gusti Ngurah Pradnyana Putra
SMAN 2 Negara
Optimalisasi Character Buildingdalam Konsep Generasi Emas 2045: Menuju Bangsa yang Berdaya Saing
40,5
23
19
Luh Gede Pande Pradnya Cyntia
SMAN 2 Negara
Generasi Emas 2045: Upaya Mewujudkan Generasi Muda yang Berdaya Saing Melalui Pembentukan Karakter
40,5
23
20
Ni Ketut Adelia Narendra Duhita
SMAN 2 Negara
Pemerataan Pendidikan di Daerah Perbatasan: Upaya Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045
46
14
21
Ni Putu Sari Diarika
SMAN 4 Denpasar
Investasi Emas Menuju Tahun Keemasan: Realita atau Hanya Ekspektasi belaka?
39,5
28
22
Made Adinda Adhelia Maharani Marjaya
SMAN 2 Kuta
Menyembuhkan Pendidikan Indonesia yang Sakit
36,5
48
23
Ni Luh Putu Diah Pramesti Aristantya
SMAN 2 Kuta
Kemajuan Teknologi Sebagai Penerapan Ilmu Pengetahuan di Berbagai Bidang
45,5
15
24
Made Violin Weda Yani
SMAN 2 Kuta
Pilar Menuju Garuda Bersinar
39
34
25
Ni Kadek Dian Novita Dwimas
SMAN 1 Denpasar
Absensi Wajah: Solusi Pembangunan Karakter Disiplin Waktu Generasi Muda
39,5
28
26
I Made Ryan Ananta Putra
SMAN 1 Denpasar
Search Self Hidden Potential Excellence for Result Productive Human Resources
50,5
12
27
Ni Putu Bintang Felinia Dewi
SMAN 4 Denpasar
E-Bzant: Pemutus Parasit Obligat "Titip Absen Dong"
49,5
13
28
Ayu Cristien Lucia Radjah
SMAN 1 Denpasar
Pemerataan Pendidikan di Indonesia Melahirkan Generasi Muda Emas yang Berkualitas
37
46
29
Ni Putu Dian Paramitha
SMA PGRI 2 Denpasar
Generasi Emas Indonesia
36,5
48
30
Ni Kadek Novita Yulandari
SMA PGRI 2 Denpasar
Pendidikan Tidak Sebatas Mimpi
33,5
52
31
Ni Made Evi Dwi Paryani
SMA PGRI 2 Denpasar
Mewujudkan Generasi Emas Indonesia
31
55
32
Ni Komang Mega Sri Utami
SMA PGRI 2 Denpasar
Mengguncang Dunia Dengan Generasi Emas
33
53
33
Ni Luh Putu Siki Astari Dewi
SMA PGRI 2 Denpasar
Jembatan Menuju Generasi Emas Indonesia
33
53
34
Ni Luh Dila Diah Paramita
SMAN 4 Denpasar
"3S" (Smart School System) Revolusi Pendidikan Pencetak Gol Keemasan Bangsa
39,5
28
35
Ni Luh Jeany Jayantari
SMAN Bali Mandara
Silent Reading: Kembangkan Wawasan Berkarakter
64,5
3
36
I Kadek Unggara Putra Mursidi
SMAN Bali Mandara
Boarding School: Media Pencetak Generasi Emas
42,5
20
37
Ni Putu Ayu Niya Loviyani
SMAN Bali Mandara
Revolusi Mental Melalui Pendidikan Karakter
39
34
38
Ni Wayan Padmayoni
SMAN Bali Mandara
Cukupkan Teori, Mulailah Beraksi!
40,5
23
39
Mayda Radhita Niartha Nataya
SMAN 1 Tabanan
Perubahan Menuju
37,5
43
40
Ni Made Wiwik Purnamiasih
SMAN 1 Gianyar
Tradisi Ngambeng dalam Mewujudkan Generasi yang Berkepribadian dan Berkebudayaan
77
1
41
Ni Made Ayu Sintya Dewi
SMAN 1 Gianyar
UNBK dalam Meningkatkan Integritas Sekolah di Kabupaten Gianyar
61,5
4
42
Ni Luh Putu Sukma Aristyawati
SMAN 2 Kuta
Generasi Muda dalam Bayang-Bayang Ketidakadilan Pendidikan
40,5
23
43
Ni Putu Sri Indrani Remitha
SMAN 2 Amlapura
Edmodo VS Sambalado Di Tengah Benalu IT
69,5
2
44
Sita Junika
SMAN 1 Ubud
Profesionalisme yang Kuat Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
38,5
40
45
A.A. Ngr. Bayu Parikesit
SMAN 3 Denpasar
Inovasi Memeratakan Pendidikan di Indonesia dengan Konsep E-Learning
41
22
46
Ni Putu Nila Ayunia Arta Widayanthi
SMAN 4 Denpasar
Berkedok Sekolah Gratis, Pendidikan Bukan Sekedar Roti Tetapi Masa Depan Generasi
37,5
43
47
Putu Evy Kartika
SMAN 4 Denpasar
Pemerataan ataukah Pemaksaan?
45
16
48
I Dewa Agung Krisna Putra
SMAN 4 Denpasar
Tanah Tandus, Tak Diurus
39,5
28
49
Ni Kadek Putri Wahyuni
SMAN 1 Gianyar
Komunitas Anak Alam: Mengurai Kesenjangan Pendidikan Pada Daerah Terpencil Menuju Generasi Emas 2045 di Bali
61
5
50
Putu Putri Natih Devayanti
SMAN 4 Denpasar
Berguru Atau Bergurau? Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Strategi Tepat Guna 5P (Perencanaan, Pengadaan, Pendayagunaan, Pembinaan, dan Pengawasan)
52,5
8
51
Dewa Nyoman Dharma Triyasa
SMAN 4 Denpasar
SAMPAN, Peningkat Kualitas Pendidikan Indonesia
39
34
52
I Gede Ananta Aditama
SMAN 4 Denpasar
Potret Pendidikan Kini: Antara Idealitas dan Realitas
42,5
20
53
Kadek Krisma Sari
SMAN 1 Singaraja
Pelaksanaan Pasraman Sebagai Upaya Optimalisasi Character Building
51
10
54
Ni Putu Elshinthia Suryaningsih
SMAN 1 Kuta Selatan
Revolusi Mental Melalui Pendidikan Karakter
39
34
55
Luh Putu Ega Suratningtyas
SMAN 2 Semarapura
Gotong Royong Menuju Revolusi Pendidikan
39,5
28














SCORE LOMBA KARIKATUR HARDIKNAS 2016

JUARA I          : I Gusti Putu Adhitya Gunawan (SMAN Bali Mandara)
JUARA II        : I Nyoman Bayu Bhargawa (SMK TI Global)
JUARA III       : Mohammad Ridho Firdaus (SMAN 3 Denpasar)
Karikatur Favorite : Mohammad Ridho Firdaus (SMAN 3 Denpasar)

Nama
Orisinilitas
(0-30)
Kesesuaian dengan tema
(0-60)
Makna yang disampaikan
(0-120)
Kreativitas
(0-90)
Total Score
1
24
42
101
81
248
2
0
0
0
0
0
3
27
46
104
76
253
4
24
53
107
83
267
5
25
45
103
73
246
6
24
37
72
64
197
7
0
0
0
0
0
8
23
43
89
69
224
9
25
47
105
85
262
10
25
39
81
74
219
11
24
43
103
72
242
12
24
49
100
65
238
13
14
43
99
65
221
14
25
47
96
66
234
15
25
48
106
74
253
16
26
53
106
84
269
17
25
46
105
76
252












HASIL LOMBA DEBAT HARDIKNAS 2016

JUARA I          : SMAN 1 Denpasar Team A
Team 19
Claragatia Tinschya Primapuella Ni Amorata
SMAN 1 Denpasar
Team 19
I Gusti Ayu Dewi Sawitri
SMAN 1 Denpasar
Team 19
Gracio Zefanya Kusuma
SMAN 1 Denpasar

JUARA II        : SMAN 4 Denpasar Team A
Team 15
Ni Wayan Dian Ayu Adelya Putri
SMAN 4 Denpasar
Team 15
Anggreana Vera Salsabila
SMAN 4 Denpasar
Team 15
Putu Wimar Maharani
SMAN 4 Denpasar

JUARA III       : SMAK Harapan
Team 13
Pande Made Ratih Kusuma Dewi
SMAK Harapan
Team 13
Dannielo
SMAK Harapan
Team 13
Raden Komang Eling Pramuatmaja
SMAK Harapan

Best Speaker : Ni Luh Dila Diah Paramita (SMAN 4 Denpasar)


Dept. Media Kreatif BEM FISIP UNUD. Powered by Blogger.