Saturday, April 16, 2016

HASIL TEMU DEKANAT FISIP UNUD PERIODE 2016/2017


HASIL TEMU DEKANAT I FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK 2016      
BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS UDAYANA PERIODE 2016/2017  

BADAN PERWAKILAN MAHASISWA 
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS UDAYANA 
Jalan P.B. Sudirman Denpasar-Bali, twitter : @BPM_FISIP_UNUD Telp/HP : 089687739589 (Jolyn) / 087832800564 (Elisa)

Berdasarkan hasil Temu Dekanat yang diselenggarakan oleh Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana pada tanggal 4 April 2016 bertempat di gedung B FISIP, maka dengan ini dicapai beberapa hasil sebagai berikut : 
(Sesi dimana BPM, BEM, LINIMASSA, dan teman-teman HMPS serta mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya, dan kami pihak penyelenggara dapat menyimpulkan beberapa point jawaban dari  pertanyaan tersebut).  

Dekan FISIP 

1. Terkait kesekretariatan bersama untuk bem, bpm, dan ormawa dari dulu mahasiswa meminta agar ruangannya diperluas, tetapi jika diperluas wilayah takut disalahgunakan oleh mahasiswa. Alternatifnya tidak langsung luas, tetapi ruangan dibagi menjadi 3 ruangan. 

2. Renja dibuat 2 tahun sebelumnya, kegiatan yang di buat mahasiswa disesuaikan dengan renja yang dibuat sebelumnya. Lihat kondisi keuangan karena POK disetujui menteri keuangan. 

3. Ruangan yang akan disediakan untuk kesekretariat bersama berdekatan dengan ruang kuliah jadi diharapkan tidak boleh ribut, jika rebut bias diterima konsekuensi. 

4. Mahasiswa diharapkan menjaga sikap selama dilingkungan FISIP.  

PD 1
1. Kegiatan FISIP terlalu hura-hura dan kurangnya kegiatan yang berwawasan. 

2. KKN tuntutan dari universitas, akan dibicarakan bahwa pemagangan akan dihitung sebagai KKN. Sekarang-sekarang ini KKN masih diperlukan.  

3. Dispensasi tetap dihitung hadir dalam perkuliahan. Tetapi ada kesepakatan jika mewakilkan fakultas atau universitas yang diizinkan. 

4. Sistem SKP berlaku untuk angkatan 2016. 

5. Kaprodi yang memegang kunci dari perencanaan anggaran masing-masing 5 prodi. Jadi ada salah satu prodi yang merasa tidak mematuhi perintah dari kaprodinya dia malah mematuhi perintah dari dosen-dosen yang tidak menjabat jadi kaprodinya. Jadi seharusnya prodi lebih bijak dalam berkoordinasi kepada kaprodi.  

PD 2

1. Perluasan ruangan kesekretariatan bersama untuk ormawa masalahnya kurangnya dana. Ditakutkan jika diberi ruangan pemeliharaannya kurang dari mahasiswa. 

2. Alur proposal kegiatan tahun 2016 telah disepakati, pertama kebendahara DPP bu Martin nantinya akan di cek kegiatannya dan apakah sudah direncanakan atau belum. Penggunaan uang itu tidak boleh disepelekan, jadi dari 2 tahun sebelumnya, 2014, PD 2 dan bu Martin sudah merencanakan kegiatan untuk tahun 2016, 2015 kemudian di proses nanti turun di 2016 yang sudah disahkan sesuai dengan yang direncanakan, jika rencana yang dibuat tidak sesuai tidak akan disetujui. Untuk itu proposal pertama diberikan ke bendahara ibu Martin, kemudian jika sudah dicek diberikan kepada subag keuangan bapak Made, kemudian diberikan ke kepala TU untuk dicek lagi, kemudian diberikan kepada PD 2 untuk disetujui apabila proposal sesuai dengan renja yang dibuat.  

3. Soal SPJ ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena ada pajak. 

4. Untuk loker setiap ormawa akan masih dimungkinkan dan dicek dulu ke inventarisasi atau bisa dibuatkan lemari besi dan akan dicarikan dulu lokasi untuk loker. 

5. Masalah pengajuan renja ormawa, pembagiannya BEM dan BPM masuk di program kerja kemahasiswaaan melalui PD 3, sedangkan ormawa masuk ke kaprodi masingmasing, jadi pengaduannya ke kaprodi. Yang membuat renja itu kaprodi, jadi akan disisihkan berapa persen dari total yang akan prodi dapat untuk mahasiswa sesuai dengan kebutuhan. Jika salah satu kaprodi tidak menyerahkan renja, akan menghambat semuanya.  

6. Format proposal bisa dilihat contohnya di bagian keuangan. 

7. Dana ormawa tergantung dengan kebijakan kaprodi. Mengajukan kaprodi dan didiskusikan, karena kaprodinya yang mengetahui lebih banyak tentang keuangan berapa yang akan bias disisihkan untuk HMPS.

8. UKT bayar di bank, lalu bank melaporkan ke Universitas. Di universitas itu punya yang namanya difinkom yang mengatur dana-dana dari fakultas itu berapa. Dengan pertimbangan sarana dan prasarana. Dana yang dikelola oleh fakultas hanya 25% dari total yang didapat. Fakultas tidak memegang uang tapi hanya memegang POK, jika FISIP ingin membuat kegiatan, buat proposal lalu nanti akan dikumpulkan satu fakultas nanti diajukan ke Universitas. Setelah SPJ keluar baru dananya dikeluarkan full. Untuk perlombaan yang mewakili fakultas itu menggunakan dana dari kemahasiswaan yang dijadikan satu dengan BEM, BPM, LKMM, Student Day, PKKMB, dan ada beberapa kegiatan rutin yang sudah direnjakan. Selain itu juga ada dana PKN, dana tersebut tidak digunakan karena FISIP mahasiswanya tidak berprestasi. Jadi kalau untuk lomba-lomba itu sudah dijadikan satu dengan kegiatan BEM dan BPM. Gubernur BEM seharusnya bias mengelola uang itu dengan baik, kalau bias irit kegiatan untuk membiayai yang lainnya. Nanti jika ada dana yang cukup besar misalnya untuk membuat kegiatan yang diselenggarakan, ada baiknya coba saja diajukan agar nanti dislipkan nanti agar bias diinterpretasikan kegiatannya.  Sedangkan yang mewakili Universitas langsung kebagian kemahasiswaan PR 3. 

9. Fakultas ada dana yang dijadikan satu dengan kegiatan rutin yang sudah direnjakan di FISIP.  

10. Pinter-pinter kelola dana untuk ketua organisasi 

11. Masalah keamanan ruangan, pemeliharaan fasilitas. 

12. Biaya lembur kebersihan memang perlu karena tidak kerja pada jamnya. 

13. Masalah pengusiran kelas sebelum waktunya bias dinegosiasikan dengan CS itu sendiri. 

14. Sewa ruangan bahwa jika masih digedung C dan lab. Bersama tidak perlu sewa ruangan, kecuali jika ruangannya lebih besar. Kalau untuk di gedung B jika dipakai oleh pihak-pihak luar baru dikenakan biaya. Jika mahasiswa yang ingin menggunakan ruangan diberi solusi untuk membayar tenaga tambahan. 

15. Masalah AC karena ada dibeban listrik yang di lab. Bersama lantai 4. 

16. Pembayaran sewa barang dan ruangan tidak ada, sebagai gantinya membayar uang lelah untuk petugas kebersihan atau penjaga. 

17. Masalah wifi terpusat di GDLN, jika rusak proses perbaikannya lama.  

18. Toilet akan diperbaiki akhir tahun ini yang di gedung C atas dan bawah serta gedung B.  

PD 3 

1. Nanti kedepannya KKN diharapkan untuk bisa membuat aplikasi-aplikasi yang baik bagi suatu prosedur dan seterusnya. Diharapkan ada sesuatu perubahan yang tidak seperti KKN dulu. 

2. Dispensasi harus dengan tujuan mewakilkan universtas dan fakultas. Jika tidak mewakilkan universitas dan fakultas lebih dari sebulan tidak diizinkan. Karena itu sudah dianggap tidak mengikuti perkuliahan 3 kali.  

Bagian Tata Usaha

1. Barang-barang dikenakan pajak untuk konsumsi jika belanja di warung bila jumlah dibawah Rp 2.000.000,00 tidak ada pajak, jika diatas dikenakan PPH 22 berarti hitungan pajaknya sebanyak 1,5%. Jika belanja di catering berapapun harganya itu tetap dikenakan PPH 23 sebanyak 2%. Harga yang sudah dimasukkan di nota harus sudah termasuk harga pajak, karena pajak PPH 22, 23 ini merupakan pajak pungutan yang akan dibayarkan oleh bendahara. 

2. Yang termasuk ATK fotocopy dan alat tulis jika diatas 1 juta dikenakan PPN 10 % untuk kegiatan dan ditempat yang sama, jika diatas 2 juta atau lebih dikenakan PPN 10% dan PPH 22%, berarti 15% di read dari nilai PPN. PPN dikeluarkan perusahaan yang bias mengeluarkan faktur. Pajak apapun yang disetor diserahkan ke bu martin. 

3. Proposal yang diserahkan harus dipertanggungjawabkan oleh penanggung jawab. 

4. Masalah loker akan diusahakan untuk lokasinya. 

5. Bagian perlengkapan banyak memerlukan ruangan untuk menyimpan barang-barang inventaris yang penting, jika memang diberikan ruangan untuk keskretariatan bersama di mohon kerjasamanya untuk menjaga kebersihan dan fasilitas yang disediakan. 

6. Dalam renja untuk HMJ yang mengajukan kegiatan biasanya kaprodi. 

7. Sepakat di gedung C akan diberikan, dengan catatan mahasiswa membantu membersihkan ruangan.  

8. Keskretariatan akan disediakan tetapi belum tau dimana dan masih dipikirkan lebih dahulu. 

9. Keluhan masalah pengusiran kelas sebelum waktunya akan disampaikan kepada CS dan ditindaklanjuti. 

10. Masalah wifi akan dikonfirmasi lagi.  
Dept. Media Kreatif BEM FISIP UNUD. Powered by Blogger.